Selasa, 23 Februari 2016



Nongkrong Seru dan ‘Bebas’ di Perpustakaan Freedom


Apa yang ada dibenak Anda jika mendengar kata perpustakaan? Sarang tumpukan buku yang berdebu, tempat yang membosankan, dan petugas yang jutek? jika 3 hal tersebut yang kalian pikirkan mengenai perpustakaan, maka Anda harus mengunjungi perpustakaan freedom untuk mematahkan ketiga kesan tersebut.

Terletak di Jalan Proklamasi No. 41 Menteng Jakarta Pusat, Perpustakaan Freedom hadir di tengah langkanya perpustakaan nyaman di DKI Jakarta. Tidak dapat dipungkiri lagi, kebanyakan perpustakaan yang ada kini masih terbilang menjemukan. Ruangan yang berbau debu, buku yang berdebu, bahkan sampai terkesan spooky karena sepi dari pengunjung. Namun, Anda tidak akan lagi mendapatkan hal-hal tersebut ketika Anda mengunjungi Perpustakaan Freedom.
Asri, nyaman, dan modern, setidaknya 3 kata tersebut yang mewakili kesan pertama yang didapatkan ketika mengunjungi Perpustakaan Freedom. Gantungan pajangan bambu-bambu kecil yang berada di tiap tiang sepanjang jalan menuju pintu masuk, menimbulkan bunyi seperti alat musik angklung. Ya, bebunyian tersebut sayup-sayup terdengar saling bersahutan kala angin bertiup, menggiring pengunjung memasuki perpustakaan.
Seperti perpustakaan pada umumnya, di dekat pintu masuk terdapat meja petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan yang mengenakan baju bertuliskan pustakawan tersebut akan menyambut Anda dengan ramah. Titipkan barang bawaan Anda terlebih dahulu sebelum menjelajahi ruangan perpustakaan. Kemudian Anda akan diberikan tas kecil bertuliskan nomor penitipan barang untuk menaruh barang berharga seperti dompet, handphone, atau laptop.
Interior modern serta pilihan furniture yang tak biasa untuk sebuah perpustakaan membuat Anda terperangah dan betah berlama-lama di dalamnya. Lampu-lampu gantung bergaya minimalis sangat cocok menerangi pengunjung yang duduk di sofa-sofa empuk. Bahkan bisa-bisa Anda tertidur jika duduk di beberapa sofa yang menyerupai sofa refleksi!
Pada beberapa sudut dinding terdapat quotes dari tokoh penting yang turut menambah kesan unik dari perpustakaan ini. Ruangan yang ber-AC sangat cocok menemani pengunjung untuk membaca buku milik koleksi perpustakaan. Buku-buku yang terdapat disana antara lain bertemakan isu sosial, politik dan masyarakat. Mayoritas buku yang ada adalah buku yang sudah langka, maka tak heran jika perpustakaan freedom tidak meminjamkan koleksi bukunya.
Walaupun tidak ada layanan peminjaman buku, Perpustakaan Freedom memberi layanan fotokopi yang beroperasi pada Senin-Jumat Jam 9-18 dan Sabtu Jam 10-16.30. Selain koleksi bukunya yang menarik, perpustakaan juga menyediakan beberapa komputer dengan koneksi internet. Tentunya bagi Anda yang membawa gadget pribadi juga bisa internetan sepuasnya karena perpustakaan freedom dilengkapi layanan internet gratis.
Masih belum puas dengan koleksi buku yang langka, internet gratis, dan tempat yang super comfy? Freedom institute yang merupakan yayasan penggerak perpustakaan ini, sering mengadakan acara-acara menarik lho! Mulai dari diskusi sampai pertunjukan musik. Acara-acara tersebut diselenggarakan di ruangan yang terdapat di dekat pintu masuk perpustakaan. Tak jarang untuk acara musik, pertunjukan digelar di teras dan taman perpustakaan yang sangat asri dan sejuk.
So, tunggu apa lagi? You better change your window-shopping-plan at mall then go visit Freedom Library!
INFO
Perpustakaan Freedom:
Alamat                          : Jalan Proklamasi No.41 Menteng Jakarta Selatan
Waktu Operasional  : Senin-Jumat jam 9-19. Sabtu jam 10-17. Minggu tutup.
Cara pembuatan kartu anggota perpustakaan: Isi formulir dan tunjukan KTP/kartu mahasiswa. Kartu anggota segera didapatkan saat itu juga. Gratis.





Source: https://meclubonline.wordpress.com/2012/10/07/nongkrong-seru-dan-bebas-di-perpustakaan-freedom/

Sabtu, 06 Februari 2016

Cruise Trip to Alaska

Just click this link ⬆⬆





















Source : Youtube


Museum Nasional, Jakarta Pusat



Berbicara mengenai museum di Jakarta, mungkin yang pertama kali terlintas dalam benak adalah Museum Nasional. Museum yang telah berdiri sejak tahun 1778 ini adalah salah satu destinasi andalan yang digemari oleh para pelancong, baik domestik maupun mancanegara. Bangunan yang kerap kali dijuluki Museum Gajah karena dahulu terdapat sebuah patung gajah pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871. Dengan sebuah lorong kaca yang menghubungkan gedung lama dan gedung baru, museum ini nampak luas dan megah. Kedua gedung masing-masing memiliki satu lantai dan empat lantai, yang dilengkapi sebuah kantin dan toko cinderamata di lantai bawah tanah.
            Jika ingin melihat koleksi patung-patung dari seluruh penjuru nusantara, pengunjung dapat mengunjungi gedung lama lantai satu. Di sana terdapat arca peninggalan masa Hindu dan Buddha, Ruang Sejarah Prasejarah, Rumah adat, koleksi keramik, tekstil, etnografi, arkeologi dan perunggu. Untuk gedung baru dibagi menjadi empat ruangan yaitu Manusia dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Ekonomi, Organisasi sosial dan Pola Pemukiman, Khasanah Emas dan Keramik. Koleksi-koleksi yang bernilai estetika ini diabadikan di dalam suatu ruangan yang indah serta tertata dengan rapi. Tidak hanya dipamerkan, namun koleksi-koleksi ini pun dirawat dan dijaga dengan baik.
            Menurut Bapak Hafid, museum ini sendiri memiliki manfaat yang sangat beragam sesuai dengan pandangan dan kebutuhan dari masing-masing pengunjung. Hal ini mencakup bidang pendidikan, rekreasi, dan hanya sekedar pengetahuan umum. Bagi para karyawan museum itu sendiri, manfaat yang mereka dapat antara lain sebagai sarana penyaluran hobi dan kesukaan mereka, contohnya Bapak Hafid sendiri yang menyukai sejarah, sehingga dengan adanya museum ia dapat mendapat pekerjaan serta dapat mengembangkan pengetahuannya mengenai sejarah yang ada. Selain itu, museum itu sendiri merupakan salah satu tempat mereka untuk bekerja dan mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Jadi, museum bukanlah suatu tempat yang hanya bermanfaat untuk satu bidang tertentu, melainkan mencakup banyak bidang lainnya.
            Berbicara mengenai pengunjung, ada perbedaan antara pengunjung domestik dan mancanegara. Pengujung mancanegara yang datang berkunjung, lebih sering melakukan riset dan penelitian. Terutama, dalam bidang sejarah dan pra-sejarah. Sedangkan untuk pengunjung domestik, mereka berkunjung hanya untuk mengisi waktu luang tanpa melupakan tujuan untuk belajar mengenai sejarah namun, Bapak Hafid menyatakan bahwa jumlah pengunjung domestik lebih sedikit dibandingkan dengan pengujung mancanegara. Hal ini sangatlah disayangkan mengingat koleksi museum merupakan koleksi dari seluruh penjuru nusantara.
            Museum Nasional juga melakukan beberapa promosi sebagai cara untuk menyebar luaskan informasi serta menambah jumlah pengunjung museum ini sendiri. Cara yang dilakukan antara lain melalui sosial media, brosur, dan memasang spanduk di depan museum. Hal yang dipromosikan oleh museum bukan hanya mengenai isi dari museum itu sendiri, melainkan mengenai acara-acara yang diselenggarakan oleh pihak museum. Banyak acara yang sudah digelar di museum ini. Tema yang diangkat dalam acara tersebut pun beragam, bukan hanya mengenai sejarah saja.
            Jumlah pengunjung di museum sangatlah mempengaruhi kehidupan museum. Jika jumlah pengunjung mencapai angka yang tinggi, hal ini menandakan bahwa manfaat museum tersebut sangatlah besar. Sedangkan, jika angka jumlah pengunjung museum rendah maka museum itu sendiri perlu meningkatkan kualitas dan daya tarik museum. Alasan mengapa Museum Nasional ini tidak sepi pengunjung adalah karena museum ini sangat memperhatikan kualitas pelayanan serta terus mengembangkan daya tarik museum. Didukung pula dengan acara-acara museum yang banyak digelar, hal ini dapat menambah daya tarik museum itu sendiri.


Artikel ini disusun oleh : 
Bernadeth Kinanthi Asri
Emily Wiputri
 Liem Nadya Javiera
Sheryn Wijaya
Tania Priscilla Wijaya
Yosephin Pebriyeni